Oleh: Hedri Wahyudi | Juni 10, 2010

Teluk Kuantan

Teluk Kuantan merupakan ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten induknya yaitu Kabupaten Indragiri Hulu. Sebelumnya Teluk Kuantan sering juga disebut Taluk Kuantan. Jalur darat yang menghubungkan antara Teluk Kuantan  dan Ibukota Propinsi Riau, Pekanbaru berjarak sekitar 160 km dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dengan kecepatan rata-rata 80 Km/jam.

Sementara itu jarak terhadap ibukota kabupaten lain seperti Kampar adalah sekitar 226 Km dan jarak terhadap ibukota Kodya Dumai sekitar 364 Km. Jarak terhadap ibukota Propinsi Sumatera Utara, Medan sekitar 829 Km. Dibawah adalah rambu-rambu yang menerangkan jarak menuju beberapa kota, rambu-rambu ini terpasang sekitar 2 Km dari kota Teluk Kuantan.

Rambu Penunjuk Jarak

Nama Teluk Kuantan boleh dikatakan sangat terkenal di Propinsi Riau. Hal ini disebabkan karena banyaknya sumber daya manusia yang ada di Riau berasal dari Teluk Kuantan, terutama Guru. Hal  ini disebabkan karena sekolah-sekolah dulunya banyak yang dibangun di Kota Teluk Kuantan ini, seperti SPG, SMEP, STM, SMA, dan sekolah-sekolah lainnya.

Pernah saya menginjakkan kaki di suatu desa bernama  Talang Lakat, yaitu suatu daerah yang berada dalam wilayah Kabupaten Indragiru Hulu dalam kegiatan pemantauan Pemilu Presiden Tahun 2004. Dalam kegiatan tersebut saya bertemu dengan salah seorang Guru yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi. Salah satu pernyataannya kepada saya waktu itu kira-kira berbunyi seperti ini : jika anda datang kedaerah di Riau ini dan ingin bertemu dengan “urang toluak” cari aja di sekitar sekolah. Artinya hampir setiap sekolah di wilayah propinsi Riau terdapat orang yang berasal dari Teluk Kuantan. Bahkan saya pernah mendengar pernyataan beberapa orang, bahwa Universitas Riau, salah satu Universitas Negeri yang ada di Propinsi Riau, dulunya pernah dijuluki “Universitas Urang Toluak” karena mulai dari Jabatan Rektor hingga Cleaning Servicenya orangnya berasal dari Teluk Kuantan. “Urang Toluak” tersebut merupakan bahasa daerah yang berarti orang yang berasal dari Teluk Kuantan dan sekitarnya yang berada di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi sekarang ini. Kenapa dulunya orang-orang tidak menyebutnyua dengan urang kuansing atau disingkat orang kuansing (dalam bahasa daerahnya urang kuansing)?

Ketika wilayah Kabupaten Kuantan Singingi masih merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, nama Kuantan Singingi belum  ada/ dikenal. Teluk Kuantan itu sendiri merupakan ibukota Kecamatan Kuantan Tengah, sama seperti Baserah, Cerenti, Lubuk Jambi, Muara Lembu. Namun yang lebih dikenal oleh orang saat itu adalah Teluk Kuantan. Jadi orang yang berasal dari wilayah Kabupaten Kuantan Singingi sekarang, jika memperkenalkan diri dengan orang yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, lebih senang mengatakan sebagai orang yang berasal dari Teluk Kuantan atau dalam bahasa daerahnya adalah “Urang Toluak”.

Teluk Kuantan sebelum menjadi ibukota Kabupaten sering juga disebut Taluk Kuantan  yang merupakan kenegerian yang terdiri dari 5 desa antara lain Koto Taluk, Sawah Taluk, Seberang Taluk, Pulau Aro, dan Pulau Kedunduang. Teluk Kuantan dilalui sebuah sungai bernama Batang (sungai) Kuantan, dimana alirannya (hulu sungai) berasal dari Danau Singkarak dan bermuara ke Sungai Indragiri selanjutnya menuju ke Laut Cina Selatan.

Sungai Kuantan

Teluk Kuantan disamping banyaknya sekolah yang didirikan didaerah ini, juga memiliki event budaya setiap tahunnya yang lebih dikenal dengan sebutan Pacu Jalur. Jalur yang dalam bahasa daerahnya Jaluar merupakan perahu/ sampan yang terbuat dari batang kayu yang berisikan sekitar 60-80 orang, yang disebut anak pacuan. Perlombaan ini biasanya berlangsung pada bulan Agustus sekitar tanggal 23-26 setiap tahunnya. Namun karena kegiatan ini membutuhkan energi ekstra bagi anak pacuan maka kegiatan akan dialihkan waktunya jika pada bulan Agustus bertepatan dengan bulan Ramadhan. Arena pacu jalur ini menggunakan Sungai Kuantan yang membelah Kota Teluk Kuantan. Panjang arena pacu jalur dari tempat start sampai finish sekitar 1 kilometer dari arah hulu menuju ke hilir sungai disekitar Kota Teluk Kuantan.

 

Latihan Pacu Menjelang Event Pacu Jalur

Dulu sebelum jalan lintas timur dibuka, Teluk Kuantan merupakan tempat strategis. Jika dari Tembilahan (Kab. Indragiri Hilir), Rengat (Kab. Indragiri Hulu) hendak menuju ke Pekanbaru (Ibukota Propinsi Riau) atau sebaliknya akan melewati Teluk Kuantan. Begitu juga dari Tembilahan (Kab. Indragiri Hilir), Rengat (Kab. Indragiri Hulu) hendak menuju ke Padang (Ibukota Propinsi Sumatera Barat) atau sebaliknya juga melewati Teluk Kuantan. Teluk Kuantan juga merupakan jalur Lintas Sumatera (sekarang Lintas Barat Sumatera). Jadi, kalau dari Pekanbaru, Rengat, Tembilahan, Dumai hendak menuju ke Jakarta melalui jalan darat, akan melalui Teluk Kuantan.Sejak jalan lintas timur dibuka, Teluk Kuantan hanya dijadikan Jalur Alternatif menuju Jalan Lintas Barat Sumatera.

Setelah menjadi Ibukota Kabupaten, Teluk Kuantan juga semakin berbenah dalam pembangunan dan terdapat banyak perubahan dari sebelumnya.

Suasana Malam Minggu di Taman Jalur

Jika Ingin Melihat Foto-Foto Kota Teluk Kuantan lebih banyak lagi, dapat anda lihat di link berikut ini : Album Foto Teluk Kuantan, Album Foto Kuantan Singingi dan Sekitarnya, dan Album Foto Festival Skuter di Teluk Kuantan

About these ads

Responses

  1. Semoga cepat jadi kota besar

  2. link fotonyo ndak bisa di bukak lai do bg,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: